..:: SELAMAT DATANG DI BLOG BIOSKOP TRANSPARANT ! Anda dapat Mendownload Film, Membaca Cerita, Belajar by Tutorial, Semoga Menyenangkan ::..

Menu Utama

Rabu, 19 Januari 2011

Kado Terbuka untuk Isteriku

Setahun sudah berlalu saat masa lajangku berakhir di depan penghulu, pernikahan yang di tunggu pun alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saat ini di tengah-tengah kami telah hadir seorang Anak perempuan, aku sangat bersyukur Allah telah memberikan kepercayaan untuk menitipkan keturunan yang menjadi dambaan setiap pasangan suami isteri. Entah itu pasangan baru atau pun lama, keturunan (baca: anak) teuntunya menjadi satu hal yang sangat diinginkan.

Aku patut bersyukur akan kehadiran anak kami, sebab tidak sedikit pasangan suami isteri yang menikah harus menunggu sampai bertahun-tahun, atau bahkan sama sekali tidak dikarunia keturuanan. Kehadiran si buah hati, membawa nuansa tersendiri dalam kehidupan ini. Kehadirannya bisa menghilangkan rasa lelah saat baru pulang dari aktifitas. Seakan mempunyai kekuatan magnetis, kehadirannya senantiasa membuat hati selalu ingat saat jauh darinya, bahkan senantiasa terbayang dalam mata wajahnya yang masih merah.

Indahnya Memaafkan

Di masjid sebelah kantor, aku menyimak dengan seksama seorang khotib berceramah tentang kesabaran seorang Nabi Ayyub 'alaihissalam.

Fragmen kehidupan yang mengajarkan bagaimana menyikapi suatu ujian tanpa harus berteriak lantang "Engkau begitu kejam Tuhan, mengapa?"

Karena kesemuanya, didasari kesadaran dan ketundukan, yang membuat kata kesabaran tiada memiliki garis batas hingga "Sang Pembuat Mekanisme Ujian" memisahkan antara ruh dan jasad makhluk-Nya

Jum'at, pukul 12. 15:

Di tengah sholat jum'at, ditingkah suara syahdu imam sholat membacakan beberapa ayat al-qur'an, tiba -tiba cairan hangat memenuhi kelopak mata, entah mengapa.....

Jum'at, pukul 14. 00:

" Mas, minta tolong spanduknya diambilkan jam setengah tiga ya, karena saya sudah balik ke lamongan. Kemarin janji pembuatnya harusnya spanduk itu selesai sebelum jum'at, tolong ya... " nyaring terdengar suara salah seorang temanku dalam suatu kepanitiaan di ujung telepon

"Ok, Insya Alloh, nanti sepulang kerja saya ambil......" jawabku

Jum'at, pukul 15. 00:

"Maaf Mas, spanduknya belum jadi, nanti ya jam setengah lima, ini lagi banyak pesenan juga mas, gimana?" kata seorang wanita umur tiga puluhan, isteri sang pembuat spanduk

Ini sudah yang kesekian kali pemesanan spanduk, di tempat yang sama, tidak tepat waktu. Aku mengatur nafasku, mencoba untuk tidak marah, betapa pun rencananya sesegera mungkin aku berangkat naik bus ke lamongan.

"Ok mbak, saya tunggu sampai jam setengah lima, tapi tolong diantar ke kantor saya di alamat ini " pintaku sembari menyodorkan selembar kertas yang berisi alamat kantorku

" Aku maafkan Ya Robb, sekalipun entah ini yang keberapa kali orang itu tidak menepati janjinya " gumamku mencoba mengalihkan amarahku dengan doa-doa lirihku dalam perjalanan kembali ke kantor

Jum'at, Pukul 17. 00:

Hujan deras mengguyur kota surabaya, aku panik, hingga tiba-tiba HP ku berdering.

" Maaf mas, ini masih dalam perjalan, di sini hujan lebat, tungguin ya......" suara memelas isteri pembuat spanduk mengabarkan keterlambatan-untuk yang kesekian kalinya-mengantarkan spanduk

"Ok, gak papa mbak, saya tunggu...." jawabku mulai merasa iba

Jum'at, setelah sholat maghrib:

Hujan masih begitu deras, memandikan bumi, aku semakin panik, bukan saja karena spanduk yang belum datang, tetapi karena jam segitu angkutan menuju ke terminal Oso Wilangun sudah tidak ada lagi, padahal malam itu aku harus tiba di lamongan untuk menyiapkan talkshow esok hari

Aku membuka mushaf-ku, membaca beberapa ayat suci al-qur'an untuk mengusir kepanikanku, bismillah......

" Ya ALLAH, andaikan aku tadi ikhlas memaafkan kesalahan si pembuat spanduk, maka tolonglah hamba-Mu ini dengan meredakan hujan saat ini juga dan mudahkanlah aku untuk berangkat ke Lamongan... " kembali do'a aku bumbungkan ke udara yang semakin dingin.

Ajaib, subhanallah...

Hujan seketika itu, reda. Sejenak kemudian sang pembuat spanduk datang, dan sembari memohon maaf, ia menyodorkan spanduk pesanan kami

"Segala puji syukur bagi-Mu Ya Rabb, Tuhan sekalian alam... "

Fffiiuh...pantas ada sahabat di zaman Rasulullah SAW yang disebut oleh beliau sebagai ahli surga sampai tiga kali, ternyata amalannya "hanyalah" setiap malam menjelang tidur ia memaafkan dosa-dosa orang yang mendzoliminya seharian itu

"Astaghfirullah... " kalimat pendek yang menemani perjalanan malam itu ke kampung halamanku......

Source:
http://www.eramuslim.com/oase-iman/indahnya-memaafkan.htm

Download Cerita Pendek Indahnya Memaafkan.

Kumpulan Cerita Cinta: Salam Berbuah Cinta

Diro, sebut saja begitu nama lelaki bujangan asli Jawa ini. Diro dikenal sebagai lelaki yang sopan, hanif, dan punya ciri khas, yakni senang mengucapkan salam “Assalaamu’alaikum” kepada siapa pun -muslim- yang dijumpainya di manapun.

Suatu ketika, Diro ditugaspindahkan ke kota X, untuk jangka waktu dua tahun. Setibanya di kota X itu, lelaki bujangan ini langsung mencari tempat kos/kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Setelah tiga hari di kota tersebut, Diro baru menyadari bahwa ada gadis cantik dan shalihah yang tinggal hanya beberapa meter dari kos-nya. Seperti biasa, tanpa maksud buruk, tanpa niat menggoda, Diro pun mengucapkan salam kepada gadis itu, saat keduanya bersama-sama menunggu bis di tepi jalan.

Tak Cukup Hanya Cinta

"Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?", sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Jumat, 03 Desember 2010

Cerita Anak: Anak Gembala dan Induk Serigala

Inilah nyanyian anak gembala; “Sungai-sungai memandikan diri begitu bayangan hutan menyebelah barat. Pada batu padas kupunggungkan lelah ternak dan mimpi yang tak pernah jenak. Rumput segar; hidup yang hingar bingar. Serupa lenguh yang kudengar sebagai tanda saatnya untuk mene-rabas belukar. Ayo kawan, kita kembali berjalan ke arah reruntuhan bulan. Sebab di sana kita tempatkan sebentuk rumah bagi tubuh yang mulai lungkrah.”

Sebenarnya, bagi dia, pagi adalah waktu yang paling menyenangkan. Pagi adalah saat pucuk rerumputan yang masih berbalut titik embun ditumpahi berkas-berkas cahaya oleh matahari. Ada pelangi-pelangi kecil di lantai hutan. Mungkin tak ada seorang pun yang tahu tentang itu. Dia menggiring ternaknya dengan hati-hati, bukan hanya karena dia takut ada salah satu atau beberapa dari mereka luput dari pengamatannya tetapi juga karena dia tidak ingin pelangi-pelangi kecil itu rusak sedemikian cepat.

Download PDF Reader

Untuk membaca file PDF, terlebih dahulu Anda harus menginstall aplikasi PDF Reader di komputer, Notebook, Handphone atau perangkat lainnya milik Anda. Ada banyak sekali aplikasi PDF Reader yang bisa Anda gunakan, baik yang berbayar maupun gratis.

Beberapa aplikasi PDF Reader bisa Anda dapatkan melalui link dibawah ini:
Silahkan download dan install salah satu aplikasi PDF Reader diatas di komputer, Notebook, Handphone atau perangkat lainnya milik Anda untuk dapat membaca kumpulan cerita pendek yang Anda download dari http://downloadkumpulanceritapendek.blogspot.com/