Ada sebuah desa di dekat sebuah sungai. Di desa ini banyak sekali terdapat ayam. Di hutan yang bersebelahan dengan desa ini terdapat seekor serigala. Serigala ini setiap malam pergi ke desa itu. Ia mencekik dan mencuri ayam-ayam itu lalu memakannya. Ini terus berlangsung lama hingga di desa ini tidak ada satu pun ayam. Seringkali penduduk desa berusaha membunuh serigala ini atau menangkapnya namun mereka tidak berhasil. Pada saat mereka telah putus asa mengurusi masalah serigala ini, mereka berpikir untuk pergi saja dari tempat itu. Akhirnya penduduk desa pun bersepakat untuk pergi meninggalkan desanya.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 November 2012
Harimau dan Tikus Kecil - Cerita Anak
Ada seekor harimau yang hidup di sebuah hutan yang luas sekali. Ada banyak jenis hewan yang hidup di hutan ini, seperti gajah, singa, kijang, serigala, macan dan beruang. Harimau ini adalah raja semua hewan. Ia kuat dan memiliki suara yang keras. Ketika meraung, maka akan didengar oleh semua hewan yang ada di hutan lalu mereka semua takut dan gemetar.
Di hutan ini terdapat sekelompok tikus yang hidup di lubang-lubang yang mereka buat. Tikus-tikus ini tidak mengetahui sedikit pun mengenai harimau si raja hutan itu. Pada suatu hari, tikus-tikus itu keluar dari lubang-lubang persembunyiannya dan mulai bermain lompat-lompatan. Mereka berlompat-lompat dan berlarian.
Di hutan ini terdapat sekelompok tikus yang hidup di lubang-lubang yang mereka buat. Tikus-tikus ini tidak mengetahui sedikit pun mengenai harimau si raja hutan itu. Pada suatu hari, tikus-tikus itu keluar dari lubang-lubang persembunyiannya dan mulai bermain lompat-lompatan. Mereka berlompat-lompat dan berlarian.
Selasa, 20 November 2012
Guru Juga Manusia
Panges belajar dengan tekun. Nilai matematikanya jatuh saat ulangan kemarin. Besok ulangan matematika akan diadakan lagi. Ia ingin nilainya bisa lebih baik atau bahkan sempurna alias seratus.
Panges belajar tekun bukan hanya karena nilai, melainkan juga karena hadiah. Bu Hesti kemarin menjanjikan sebuah hadiah bagi siswa yang nilai matematikanya 100.
"Bagi yang nilainya seratus, kalian akan dapat ini!" kata Bu Hesti sambil menunjukkan buku kumpulan cerpen Bobo. Wow Panges seketika ngiler melihat buku kesukaannya itu.
Panges belajar tekun bukan hanya karena nilai, melainkan juga karena hadiah. Bu Hesti kemarin menjanjikan sebuah hadiah bagi siswa yang nilai matematikanya 100.
"Bagi yang nilainya seratus, kalian akan dapat ini!" kata Bu Hesti sambil menunjukkan buku kumpulan cerpen Bobo. Wow Panges seketika ngiler melihat buku kesukaannya itu.
Anak Rusa Mencari Kejayaan
Di sebuah daerah pegunungan di salah satu benua, hiduplah sebuah keluarga Rusa. Suatu ketika Ayah dari dua anak rusa itu memerintahkan anak-anaknya untuk menjemput 'kejayaan'nya masing-masing dengan memberi mereka tugas untuk menaiki sebuah gunung batu nan terjal dan harus mencapai puncaknya. Ayah rusa mengingatkan kepada anak-anaknya bahwa jalan yang akan ditempuh mereka dalam mendaki gunung tidaklah mudah, ada rintangan yang harus mereka lewati, baik rintangan dari luar maupun rintangan dari dalam diri mereka sendiri, dan barangsiapa yang berhasil mencapai puncaknya, maka ia telah mendapat 'kejayaan' dan pemenang yang sejati.
Kedua anak rusa itu pun segera melaksanakan amanat yang diberikan ayahnya kepada mereka untuk kemudian menyelesaikannya. Ayah rusa adalah ayah yang bijaksana, ia tidak pernah pilih kasih terhadap anak-anaknya. Ia memberikan tugas yang sama kepada kedua anaknya. Padahal kedua anak rusa itu memiliki kondisi fisik yang jauh berbeda.
Kedua anak rusa itu pun segera melaksanakan amanat yang diberikan ayahnya kepada mereka untuk kemudian menyelesaikannya. Ayah rusa adalah ayah yang bijaksana, ia tidak pernah pilih kasih terhadap anak-anaknya. Ia memberikan tugas yang sama kepada kedua anaknya. Padahal kedua anak rusa itu memiliki kondisi fisik yang jauh berbeda.
Kamis, 08 November 2012
Aini dan Burung Kecil
Aini berulang tahun. Ia gadis kecil yang manis. Hari ulang tahunnya dirayakan dengan pesta kecil yang meriah.
Halaman belakang rumahnya dihiasi banyak balon, pita, dan bunga-bunga. Hiasan itu pemberian dari Bibi Anya, adik ibunya.
Taman kecil di belakang rumah itu jadi indah sekali.
Pesta ulang tahun itu diisi doa. Mereka berdoa agar Aini selalu diberi kebahagiaan. Lalu nyanyian selamat ulang tahun yang ramai. Barulah acara makan yang menyenangkan. Ulang tahun yang melelahkan, tapi menyenangkan.
Halaman belakang rumahnya dihiasi banyak balon, pita, dan bunga-bunga. Hiasan itu pemberian dari Bibi Anya, adik ibunya.
Taman kecil di belakang rumah itu jadi indah sekali.
Pesta ulang tahun itu diisi doa. Mereka berdoa agar Aini selalu diberi kebahagiaan. Lalu nyanyian selamat ulang tahun yang ramai. Barulah acara makan yang menyenangkan. Ulang tahun yang melelahkan, tapi menyenangkan.
Jumat, 19 Oktober 2012
Mia dan Si Kitty
Mia adalah seorang anak yang baik hati. Ia tinggal bersama orangtuanya di suatu desa. Karena ramah dan baik hati, ia mempunyai banyak teman di lingkungan rumah maupun sekolahnya. Mia adalah anak terkecil diantara 4 bersaudara. Setiap harinya, Mia dan kakak-kakaknya selalu diajari kedisiplinan dan budi pekerti oleh orangtuanya. Mia sangat senang dengan binatang. Binatang yang ada di rumahnya, dipeliharanya dengan rajin. Sudah lama Mia ingin memelihara kucing, tetapi Ibunya melarang binatang peliharaan yang dipelihara di dalam rumah karena membuat rumah kotor.
Ayahku
Kriiing! Bel sekolah dibunyikan oleh pak Kardiman, salah satu petugas di sekolah kami. Berarti jam istirahat telah usai.
"Selamat siang anak-anak," sapa bu Nancy, guru bahasa Indonesia kami yang cantik.
"Selamat siang Bu," ucapku dan anak-anak sekelas.
"Sebelum kita memulai pelajaran, ibu akan memberik kalian tugas," ucap bu Nancy.
"Kok ada tugas terus sih Bu?" seru Aldo yang mendapat dukungan dari anak-anak sekelas.
"Selamat siang anak-anak," sapa bu Nancy, guru bahasa Indonesia kami yang cantik.
"Selamat siang Bu," ucapku dan anak-anak sekelas.
"Sebelum kita memulai pelajaran, ibu akan memberik kalian tugas," ucap bu Nancy.
"Kok ada tugas terus sih Bu?" seru Aldo yang mendapat dukungan dari anak-anak sekelas.
Sabtu, 22 Januari 2011
Cerita Anak - Sahabat Sejati
"Amanda, Amanda, tunggu aku sebentar".
Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.
"Ada apa Nisa?", tanya Amanda keheranan.
"Begini, aku mau mengembalikan ini", kata Nisa sambil mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda.
Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu bertanya, "Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?"
"Tidak, ee..., maksudku, aku suka sepatu itu."
Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.
"Ada apa Nisa?", tanya Amanda keheranan.
"Begini, aku mau mengembalikan ini", kata Nisa sambil mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda.
Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu bertanya, "Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?"
"Tidak, ee..., maksudku, aku suka sepatu itu."
Cerita Anak - Kena Batunya
Teng-teng-teng.
"Horeee...", teriak anak-anak demi mendengar bel tanda sekolah usai yang dipukul oleh Pak Bon yang bertugas di SD Utama Malang.
"Nah, anak-anak, jangan lupa besok kalian harus membawa PR matematika yang telah diberikan kemarin", kata Pak Agung, guru kelas IV di SD tersebut.
"Mereka yang tidak mengerjakannya akan Bapak beri hukuman menyapu lantai".
"Horeee...", teriak anak-anak demi mendengar bel tanda sekolah usai yang dipukul oleh Pak Bon yang bertugas di SD Utama Malang.
"Nah, anak-anak, jangan lupa besok kalian harus membawa PR matematika yang telah diberikan kemarin", kata Pak Agung, guru kelas IV di SD tersebut.
"Mereka yang tidak mengerjakannya akan Bapak beri hukuman menyapu lantai".
Cerita Anak - Surat Misterius
“Enak ya cokelatnya? Tapi lebih enak lagi kalau kamu membelinya. Bukan mengambilnya dari Toko Tujuh milik Pak Rahman.”
Dodi semakin terkejut. Ini adalah surat kelima yang ditemuinya di dalam tas sekolahnya. Seperti keempat surat sebelumnya, surat ini berisi perbuatan nakal yang dilakukannya. Tadi siang, dia mengendap-endap masuk toko Pak Rahman dan mencuri sebatang cokelat kesukaannya. Iseng betul sih si penulis surat misterius ini. Misterius? Ya, karena tidak ada nama si penulis di surat tersebut. “Tapi kok dia bisa tahu apa yang kulakukan ya?”, pikir Dodi.
Dodi semakin terkejut. Ini adalah surat kelima yang ditemuinya di dalam tas sekolahnya. Seperti keempat surat sebelumnya, surat ini berisi perbuatan nakal yang dilakukannya. Tadi siang, dia mengendap-endap masuk toko Pak Rahman dan mencuri sebatang cokelat kesukaannya. Iseng betul sih si penulis surat misterius ini. Misterius? Ya, karena tidak ada nama si penulis di surat tersebut. “Tapi kok dia bisa tahu apa yang kulakukan ya?”, pikir Dodi.
Jumat, 03 Desember 2010
Cerita Anak: Anak Gembala dan Induk Serigala
Inilah nyanyian anak gembala; “Sungai-sungai memandikan diri begitu bayangan hutan menyebelah barat. Pada batu padas kupunggungkan lelah ternak dan mimpi yang tak pernah jenak. Rumput segar; hidup yang hingar bingar. Serupa lenguh yang kudengar sebagai tanda saatnya untuk mene-rabas belukar. Ayo kawan, kita kembali berjalan ke arah reruntuhan bulan. Sebab di sana kita tempatkan sebentuk rumah bagi tubuh yang mulai lungkrah.”
Sebenarnya, bagi dia, pagi adalah waktu yang paling menyenangkan. Pagi adalah saat pucuk rerumputan yang masih berbalut titik embun ditumpahi berkas-berkas cahaya oleh matahari. Ada pelangi-pelangi kecil di lantai hutan. Mungkin tak ada seorang pun yang tahu tentang itu. Dia menggiring ternaknya dengan hati-hati, bukan hanya karena dia takut ada salah satu atau beberapa dari mereka luput dari pengamatannya tetapi juga karena dia tidak ingin pelangi-pelangi kecil itu rusak sedemikian cepat.
Sebenarnya, bagi dia, pagi adalah waktu yang paling menyenangkan. Pagi adalah saat pucuk rerumputan yang masih berbalut titik embun ditumpahi berkas-berkas cahaya oleh matahari. Ada pelangi-pelangi kecil di lantai hutan. Mungkin tak ada seorang pun yang tahu tentang itu. Dia menggiring ternaknya dengan hati-hati, bukan hanya karena dia takut ada salah satu atau beberapa dari mereka luput dari pengamatannya tetapi juga karena dia tidak ingin pelangi-pelangi kecil itu rusak sedemikian cepat.
Langganan:
Postingan (Atom)


